Ketik disini apa yang anda cari

Selasa, 17 Mei 2011

Dilarang Polisi, Siswa Tak Peduli


SROOOT, BERWARNA DEH: Seorang siswa menyemprotkan pylox ke rambut teman perempuannya. Yang disemprot pasrah dan ketawa-ketawa.(gusti ambri/kp)

EUFORIA kelulusan siswa SMA sederajat di Kota Minyak, Senin (16/5) pagi hingga siang kemarin tak jauh beda dengan generasi di tahun-tahun sebelumnya. Yang lulus langsung saling coret-coret baju dan tanda tangan, lalu berkonvoi keliling Kota Balikpapan.

Diketahui, meski ada imbauan sebelumnya dari kepolisian lewat sekolah-sekolah mengenai larangan konvoi, tetap saja para siswa tak peduli, melampiaskan konvoi yang secara tak langsung seolah jadi tradisi. Larangan berkonvoi dikeluarkan untuk menghindari hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan, mengganggu pengguna jalan yang lain dan menyebabkan kemacetan.

Pantauan media ini, konvoi terdiri dari siswa-siswa sekolah di SMK 1, SMA 5, SMK Kartika, SMA 3 dan SMK Pangeran Antasari dan banyak sekolah lainnya. Mereka melewati jalan-jalan protokol dengan start dari sekolah masing-masing menuju Bandara Sepinggan lalu ke pusat kota di Jl Jendral Sudirman.

Tapi, tidak banyak lagi yang didapati ugal-ugalan. Secara umum, konvoi berjalan tertib dan mentaati peraturan lalu lintas dengan mengenakan helm standar serta perlengkapan sepeda motor.

Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono melalui Humas Polres Balikpapan Ipda Wahyudi mengatakan, polisi menurunkan ratusan personel gabungan dari unit Satlantas dan Sabhara. Dari Polres Balikpapan, sedikitnya dua peleton atau 60 personel diterjunkan di titik-titik keramaian. Ditambah lagi 141 personel dari Polres Balikpapan. Setidaknya, 5 titik kumpulnya anak sekolah saat merayakan kelulusan dijaga, yakni di Pantai Manggar, Melawai 1, Melawai 2, Benua Patra dan Monpera. Polisi juga mengamankan 35 sekolah yang mengumumkan kelulusan. Satu sekolah dijaga 3 polisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

by Tania ja Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger