SEORANG siswa salah satu sekolah negeri di Utara Balikpapan tertangkap membawa minuman keras cap tikus, ketika melakukan konvoi bersama ratusan siswa lainnya di Lapangan Merdeka. Oleh petugas, dia diamankan untuk dibina. Orangtua siswa juga didatangkan ke Mapolres
Dari pantauan media ini, sejumlah siswa yang konvoi kemarin terjaring setelah dihentikan untuk pemeriksaan surat-surat kendaraan seperti STNK, SIM dan barang bawaaan lainnya.
Petugas juga memberi hukuman di tempat berupa push up, bagi siswa-siswa yang membandel membawa peralatan di luar kepentingan sekolah seperti spidol, cat dan pylox. .
“Dalam aturan dinas pendidikan, sudah ada larangan berkonvoi dan mencoret-coret pakaian,” sebut seorang petugas.
Yang tertangkap tangan petugas kemarin bukan hanya siswa laki-laki, tapi juga perempuan. Dewi, misalnya, siswi SMA 9 itu sedianya ingin ngumpul bersama teman-temannya di kawasan Monpera. Tapi karena lupa bawa STNK, dia diperiksa bersama sekitar 10 siswa lainnya.
“Yang kami lakukan ini bukan razia dadakan. Ini untuk mengingatkan siswa agar tidak berlebihan. Karena dalam kondisi apapun, tetap harus membawa kelengkapan kendaraan. Juga tidak boleh kebut-kebutan karena membahayakan,” sebut petugas Satlantas.
Dari razia kemarin, ada sekitar 50 kendaraan yang dicegat untuk diperiksa kelengkapan surat-suratnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar